Postingan

Menuyang Anak Kotawaringin Timur Kalteng

Gambar
 Sejarah Manuyang Anak         Manuyang Anak ini merupakan Event Parawisata Yang rutin digelar setiap tahun saat bulan Rabiul Awal atau bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Manuyang Anak merupakan budaya yang lahir di kalangan masyarakat, Suku Dayak Pesisir. Manuyang anak atau berarti mengayun anak, ini merupakan tradisi yg berkembang di masyarakat melayu yang dipengaruhi budaya Islam, Tradisi turun temurun ini sebagai simbol rasa syukur atas kelahiran anak Sekaligus doa bagi masa depan sang anak. Makna dari Manuyang Anak          Tradisi Manuyang Anak sudah ada sejak dulu. Tradisi ini melambangkan kecintaan dan kasih sayang orangtua terhadap anak mereka dengan menyiapkan ayunan yang cantik, menarik, sambil mengayun dengan disertai lantunan shalawat dan doa-doa terbaik untuk sang anak. Nilai Moral dari Manuyang Anak          Tradisi ini melambangkan kecintaan dan kasih sayang orangtua terhadap ana...

Lawang Sekepeng khas Kotawaringin Timur Kalteng

Gambar
Sejarah Lawang Sekepeng        Pencak silat menjadi dasar dari kebanyakan atrkasi Lawang sakepeng. hal ini konon di pengaruhi oleh budaya dari luar yang dibawa oleh para pedagang yang masuk ke kawasan Kalimantan. Pengaruh gerakan tersebut antara lain adalah gerakan mirip bela diri dari dataran Cina, maupun silat dari Sumatera dan Jawa. Awal muasal nenek moyang Suku Dayak dahulu mengadopsi gerakan dan tingkah laku hewan dalam belajar silat, yaitu terinspirasi dari hewan endemik yang banyak dihuni dihutan yaitu beruk yang disebut bangkui oleh Suku Dayak. Perkembangan silat ini akhirnya menjadi sebuah tradisi kesenian yang terus mengalami perkembangan, hingga kini tak hanya menjadi gerakan bela diri namun juga sebagai bentuk kesatria nagi laki-laki yang akan melaksanakan pernikahan. Dan kemudian berkembang menjadi atraksi seni budaya dalam menyambut dan menghormati tamu yang hadir dalam sebuah upacara adat.      Tradisi Lawang sakepeng memiliki nilai adat...

Memapas lewu

Gambar
       Mamapas Lewu adalah sebuah ritual yang dijalankan oleh umat penganut agama Kaharingan di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan alam dan lingkungan hidup (Petak Danum) beserta segala isinya dari berbagai sengketa, marabahaya, sial wabah penyakit (Rutas Pali) dan sebagainya.Mamapas Lewu juga merupakan perwujudan tatanan kehidupan masyarakat Dayak dalam berinteraksi dengan komunitas sesama yang merupakan gambaran kehidupan Suku Dayak dalam menjalin persatuan dan kesatuan (Falsafah Rumah Betang).Acara ini juga untuk menjalin silaturahmi antarsesama warga sekaligus merupakan perwujudan dari kerukunan antar umat beragama.       Pelaksanaan upacara adat Mamapas Lewu ini melalui 10 tahap/proses yang dilaksanakan secara urut yaitu: -Acara Basir Balian Mandurut Sangiang -Acara Basir Balian Manantan Dahiang Baya  -Sial Pali Seluruh Kota Palangka Raya -Acara Penyembelihan Hewan Kurban  -Acara Menurunkan Pinggan Sahu...

Mandui safar

Gambar
Mandi Safar       Mandi safar merupakan tradisi yang sudah ada sejak dulu . tradisi ini itu mandi bercampur di sungai Mentaya sebagai simbol membersikan diri sekaligus harapan agar bersih dan terhindar dari hal hal yang tidak baik. tradisi mandi sarapan biasanya dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Safar. tradisi oleh seorang tokoh adat, dengan melakukan semacam ritual menggunakan daun Sawang yang selanjutnya digunakan warga saat bercubur ke sungai. setelah berdo'a bersama warga kemudian beramai-ramai mandi bercebur di sungai Mentaya.         Nilai moral yang terdapat dalam tradisi mandi Safar ini antara lain adalah nilai musyawarah untuk mufakat, pelestarian lingkungan, tolong-menolong, persaudaraan, syukur, keselamatan, pendidikan ekonomi dan pendidikan politik.          Mandui safar datang dari nenek moyang kita dan diturunkan kepada budaya kita di Kalimantan untuk membuang kesialan yang di adakan pada bulan safar.   ...