Menuyang Anak Kotawaringin Timur Kalteng
Sejarah Manuyang Anak
Makna dari Manuyang Anak
Nilai Moral dari Manuyang Anak
Tradisi ini melambangkan kecintaan dan kasih sayang orangtua terhadap anak mereka dengan menyiapkan ayunan yang cantik, menarik, sambil mengayun dengan disertai lantunan shalawat dan doa-doa terbaik untuk sang anak.
Syarat dan Pelaksanaan Manuyang Anak
Pelaksanaan
Manuyang anak ini Event pariwisata yang rutin digelar setiap tahun, saat bulan Rabiul Awal atau bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Tradisi manuyang Anak dilakukan oleh keluarga yang memiliki bayi berusia satu hari sampai dengan satu tahun dengan maksud sebagai ungkapan rasa syukur atas kehadiran anak dan harapan bagi masa depan.
Syarat
Sebagai syarat dalam melaksanakan tradisi ini dibuat ayunan yang dihiasi oleh keluarga yang mempunyai anak. ayunan tersebut terdiri dari kain panjang dengan tujuh lapis dan lapis ketujuh berwarna kuning yang melambangkan bahwa si anak benar-benar dijaga oleh keluarganya.
Mereka menyiapkan ayunan yang cantik, menarik, sambil mengayun dengan disertai lantunan shalawat dan doa-doa terbaik untuk sang anak.
Ayunan yang digunakan biasanya diberi berbagai hiasan seperti rangkaian bunga, daun, hingga buah agar terlihat menarik dan anak yang diayun merasa senang. Pihak keluarga biasanya juga menyediakan sejumlah barang seperti beras, kelapa, gula merah, kue, buah dan lainnya yang ditaruh di dekat ayunan.
Manfaat dan Tujuan dari Manuyang Anak
Manfaat:
Manuyang Anak terdiri dari kain panjang dengan tujuh lapis dan lapis ketujuh berwarna kuning yang melambangkan bahwa si anak benar-benar dijaga oleh keluarganya.
Tujuan:
Pada ayunan tersebut terdapat beberapa anyaman yang mempunyai berbagai tujuan seperti anyaman burung melambangkan harapan orang tua akan cita-cita yang tinggi, anyaman keris melambangkan si anak diharapkan menjadi orang yang giat bekerja usaha serta anyaman gunungan untuk anak perempuan dibentuk tinggi dengan maksud si anak akan mempunyai derajat tinggi, sedangkan untuk anak laki-laki bentuk gunungan melebar dengan makna agar si anak kelak menjadi orang yang terhormat, ulakan batu yang melambangkan keteguhan dalam pendirian, dan kancip pinang yang melambangkan keselamatan.
- Muhammad Andika Sheva F.
- Muhammad Farish Ramadhan
- Faris Ainur Jahfal
- Aila Azura Lestari
- Endhien Ibnu Rahman
- Zahra aula setiarahmawati
.jpg)









Komentar
Posting Komentar